All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Menata ulang pendidikan bisnis di Indonesia

Menata ulang pendidikan bisnis di Indonesia? Memangnya pendidikan bisnis kita sudah berkembang? Bukannya pendidikan kita lebih fokus menyiapkan rakyatnya untuk siap menjadi tenaga kerja? Dengan lapangan kerja yg terbatas, rakyat Indonesia secara kreatif berhasil survive dengan menekuni sektor ekonomi non-formal seperti pedagang kaki lima, go-jek, pemulung, pengamen dan banyak lainnya. Dapat dipastikan sebagian besar inisiatif tersebut tidak ada hubungan dengan pendidikan yang mereka dapat di sekolah kecuali calistung?

Pada waktu terjadi gempa di Lombok, kami bertemu dengan sekelompok anak muda kreatif yang berupaya mandiri dengan membuat sebuah komunitas yang dirancang untuk mendampingi wisatawan asing maupun domestik yang tertarik mendaki gunung rinjani. Melalui komunitas ini mereka belajar bahasa Inggris dan bahasa lainnya, mereka juga berupaya mendapatkan sertifikat guide khusus wisata gunung secara professional. Melalui upaya ini mereka berhasil mengajak anak-anak muda yg menganggur bergabung mencari nafkah bersama.

Tibalah waktunya bencana gempa hadir di kampung mereka di kaki gunung rinjani, kami bertemu karena kehendak Allah Swt. Bersama-sama berdiskusi tentang masa depan warga pasca gempa. Dari diskusi ini, kami menawarkan untuk membangun Sekolah Alam Rinjani yang khusus dikembangkan untuk membangun industri wisata gunung Rinjani. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa Sekolah Alam memang dirancang khusus seusai potensi lingkungannya. Kalau di gunung Sekolah Alam akan fokus untuk mengoptimalkan potensi gunung bagi kehidupan warganya sekaligus menjaga keseimbangan alamnya. Begitupun dengan sungai, hutan, laut, pertanian, bahkan kawasan industri sekalipun. Bahasa sederhananya adalah sekolah itu harus mendidik anak-anaknya agar mampu mengembangkan potensi lingkungannya seoptimal mungkin. Di laut, anak-anak akan belajar seluruh aspek kelautan mulai dari diving, membuat kapal, sonar, teknik aquaculture, ilmu tentang cuaca, iklim dan lain sebagainya.

Bisa dibayangkan apabila sejak kecil anak-anak belajar mengoptimalkan lingkungannya, mereka akan tumbuh berkembang secara seimbang bersama alam, mereka pasti bisa mewujudkan misi Rahmatan lil Alamin, sebuah misi yang agung dan diemban oleh manusia paling agung di muka bumi yaitu Rasulullah Saw.

Hari ini Sekolah Alam Rinjani sudah tegak berdiri menyongsong masa depan yang gemilang, dan ke depan kita akan terus membangun Sekolah Alam yang sesuai dengan potensi lingkungannya di seluruh Indonesia. Dengan konsep ini, masyarakat tidak perlu menjadi masyarakat urban. Karena dengan membangun kampungnya sesuai dengan potensi lingkungannya mereka bisa sejahtera dan memberi kebaikan kepada wisatawan dalam bentuk keramahan dan keindahan Alamnya.

Salam hangat, Lendo Novo Sobatalam

Soft Launching Nuefa Digital Campus

Dari 1,8 juta lulusan SMA/MA di Indonesia hanya 30% saja yang melanjutkan pendidikan hingga lulus sarjana. Biaya kuliah yang mahal dan fleksibilitas dalam hal waktu menjadi kendala bagi sebagian orang melanjutkan pendidikan. Inilah potret pendidikan di Indonesia saat ini. 

Di sisi lain, ada sekitar 88 juta pengguna internet di Indonesia. Angka ini terus bertambah dengan pertumbuhan 15%. Dengan demikian, masyarakat Indonesia semakin melek internet dan banyak aktivitas sehari-hari yang dapat dilakukan lewat perangkat digital, termasuk belajar dan kuliah.

Ilmu tidak lagi dibatasi datang ke kelas secara formal, on-line digital menyebabkan semua orang bisa belajar di mana saja dan kapan saja secara efektif

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara terbaik di dunia jika jumlah pengusaha melampaui negara lain. Untuk dapat menghasilkan jutaan pengusaha, maka dibutuhkan terobosan baru dalam sistem pendidikan yang bukan menciptakan pencari kerja, namun pencipta lapangan kerja. 

Banyak pelaku usaha di Indonesia yang terhambat dalam pengembangan bisnis karena minimnya pendidikan atau pengetahuan tentang bisnis dan manajemen. Pada akhirnya mereka akan tersisihkan oleh pelaku usaha besar yang memiliki akses yang lebih baik.

Banyak mahasiswa, pekerja bahkan pebisnis menekuni bidang yang salah, yaitu bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakat uniknya. Alangkah luar biasanya Indonesia jika penduduknya berkarya sesuai dengan minat dan bakat uniknya.

NUEFA Digital Campus adalah sebuah platfrom sistem pembelajaran digital yang memungkinkan semua orang dapat menimba ilmu sesuai dengan kebutuhannya tanpa terkendala oleh ruang dan waktu. NUEFA Digital Campus memungkinkan semua orang dapat mengakses berbagai konten pembelajaran dan melakukan aktivitas pembelajaran dengan bebas sesuai dengan minat dan bakatnya. NUEFA Digital Campus menyediakan konten-konten pembelajaran berbasis 45 minat dan bakat, bisnis dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan bagi seorang pengusaha atau tenaga profesional pemula

Pada tanggal 26 Januari 2019 yang lalu, Nuefa Digital Campus mengadakan soft launching. Sebelumnya Kampus digital yang di inisiasi oleh konseptor Sekolah Alam Bang Lendo Novo ini juga sudah diperkenalkan saat acara wisuda angkatan pertama Maestro School of Technopreneur sekaligus perayaan 20 tahun perjalanan Sekolah Alam. 

Berlokasi di kawasan School of Universe dan Maestro School of Technopreneur, kegiatan launching ini mengundang seluruh sivitas Sekolah Alam di Indonesia, pondok pesantren dari pulau Jawa dan Sumatera. Diharapkan dengan bermitra dengan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, akan menjawab hambatan-hambatan anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan hingga Perguruan Tinggi. Dalam acara tersebut juga disimulasikan bagaimana seorang mahasiswa dalam mengikuti kuliah online dengan mentor nya di tempat yang berbeda di waktu yang sama. Platform ini tidak hanya dapat digunakan pada perguruan tinggi, tetapi juga level SMP dan SMA.

Saatnya pendidikan di Indonesia lebih terjangkau, murah dan menghasilkan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif, terampil dan sesuai minat bakat.

 

Untuk info lebih lanjut dapat mengacu pada referensi berikut

Website : https://nuefa.id 

Web eLearning : https://elearning.nuefa.id

Facebook : https://www.facebook.com/nuefadigital 

Instagram : https://www.instagram.com/nuefadigital

Twitter : https://twitter.com/NUEFA_Digital

YouTube : https://goo.gl/657mdQ

Google+ :https://plus.google.com/u/6/+NUEFADigitalCampus

Orang Tua Kunci keberhasilan Pendidikan

Dikatakan bahwa sekolah pertama dari setiap anak manusia adalah keluarganya. Dalam sebuah hadits disebutkan yang menjadikan anak-anak itu majusi, nasrani atau yahudi adalah orang tuanya. Dari kedua prinsip diatas, maka yang menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan anak adalah orang tuanya.

Banyak dari kita yang lupa bahwa misi utama Rasullullah Saw diutus sebagai Nabi terakhir adalah : 1. Menyempurnakan akhlak manusia; 2. Rahmatan lil Alamin. Kedua misi inilah yang seharusnya menjadi konten utama pendidikan di dunia, yaitu pendidikan akhlak dan pendidikan untuk melahirkan manusia yang mencintai perdamaian dan ramah lingkungan.

Bagaimana posisi PAUD di masa depan dilihat dari konteks diatas?

Sejatinya Pendidikan oleh Orang Tua dengan PAUD berjalan secara terintegrasi. Materi ajar yang paling tepat diberikan kepada anak-anak baik di rumah maupun di PAUD adalah akhlak dan rahmatan lil alamin.

Perlu diketahui bahwa pada masa kecilnya, Rasulullah Saw dibesarkan di sebuah desa dengan bentangan alam sebagai tempat belajarnya. Menggembala domba di alam bebas merupakan tempat belajar terbaik bagi setiap anak untuk membentuk sikap ramah lingkungan. Di alam terbuka itulah, kelapangan hati dibentuk,  kemampuan bersyukur dibentuk, dan kecintaan terhadap lingkungan dibentuk. Itulah yang kita sebut saat ini sebagai taman kanak-kanak, yaitu sebuah taman tempat anak-anak bermain, mengenal langsung lingkungannya, memperkuat otot-ototnya, memupuk keberanian dan mencari kebahagiaan yang sejati.

Kenapa harus belajar dengan cara bermain? Karena Rasulullah Saw mencontohkannya demikian. Rasulullah Saw setiap bertemu dengan anak-anak pasti diajak bersenda gurau, diajak jalan-jalan menunggang unta dan banyak permainan lainnya. Rasulullah Saw meyakini bahwa setiap anak adalah titipan Allah SWT kepada para orang tuanya. Layaknya orang yang dititipkan oleh Sang Pencipta, maka titipan itu akan dijaganya sedemikian rupa, agar yang menitipkan semakin sayang kepada kita.

Demikian sedikit renungan siang yang dapat membuka wawasan kita bersama. 

 

Salam hangat, Lendo Novo Sobatalam.

UI Gandeng Sekolah Alam SoU Teknologi Energi

UI Gandeng Sekolah Alam SoU Teknologi Energi

DEPOK – Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM-FTUI) di bawah sub-organisasi Nano Research Society FTUI menggandeng Sekolah Alam School of Universe (SoU), dalam pengelolaan energi. Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian masyarakat UI.

Salah satu perwakilan Universitas Indonesia, Akhmad Herman Yuwono mengatakan, sejak 2015 UI telah melaksanakan kerja sama dengan Sekolah Alam SoU. Kali ini, pihaknya Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM-FTUI) di bawah sub-organisasi Nano Research Society FTUI yang dibimbingnya bersama M.Phil. Eng, dan Nofrijon Sofyan, serta dari pihak SoU dikomandani Slamet Firmansyah dan Aghry Wiranata, mengadakan pendidikan maupun edukasi yang sudah menjadi program tahunan.

”Program tahunan yakni SoU Science Fair dalam bentuk demo sains mahasiswa UI,” ujar Akhmad kepada Radar Depok, kemarin.

Namun, lanjut Akhmad kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat UI Perduli Aksi ”Go Green” di bawah sub-program Kepedulian UI pada lingkungan melalui pengelolaan Energi Alternatif yang Efisien dan Inovatif. Secara spesifik kegiatan difokuskan pada upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi terbarukan yang harus dibina sejak usia dini, yaitu di tingkatan sekolah dasar, melalui serangkaian program  Nano-Education For Kids yang diselenggarakan di lokasi SoU di daerah Parung-Bogor.

Akhmad menjelaskan, implementasi inovasi energi alternatif yang ramah lingkungan memberikan pelatihan pembuatan divais sel surya tersensitasi zat pewarna, kepada siswa sekolah alam tersebut dengan memanfaatkan zat pewarna alami yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya. Diantaranya, kunyit, kulit buah manggis, kulit buah apel, bahkan tanaman yang termasuk dalam kategori gulma seperti senduduk. Tidak hanya itu saja, Sel surya, atau sering disebut dalam bahasa Inggris dengan photovoltaic/solar cell adalah suatu divais yang mampu mengkonversi langsung energi foton dari cahaya matahari menjadi energi listrik berdasarkan eksitasi elektron di dalam material semikonduktor.

”Uniknya prinsip kerja sel surya tersensitasi zat pewarna dalam meghasilkan listrik meniru proses fotosintesis pada daun hijau,” terang Akhmad.

Akhmad menuturkan, secara langsung siswa melakukan demonstrasi konsep tersebut dengan pelarutan gula batu dan gula pasir menggunakan alat magnetic stirrer serta memperhatikan bahwa gula pasir mampu larut lebih cepat dibandingkan gula batu.

Akhmad mengungkapkan, tujuan dari program tersebut diperolehnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi fosil yang dipakai sehari-hari, serta tertransformasinya kemampuan mengupayakan energi alternatif terbarukan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal alami yang dapat diperoleh dari lingkungan sekeliling masyarakat.

”Program ini secara spesifik ditujukan untuk siswa lebih kreatif dan inovatif berkontribusi pembangunan Indonesia di masa depan,” tutup Akhmad. (dic)

 

sumber : Radar Depok http://radardepok.com/2018/10/ui-gandeng-sekolah-alam-sou-teknologi-energi/

Edukasi Anak Energi Terbarukan

Edukasi Anak Energi Terbarukan

Oleh radbogmin2 -  29 Oktober 2018

 

Wilda/Radar Bogor SAINS SEJAK DINI: Perwakilan Kampus UI memberikan wawasan tentang energi terbarukan pada anak-anak didik School of Universe (SoU). PARUNG–RADAR BOGOR,School of Universe (SoU) menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknik Univer­­sitas Indonesia (UI) dalam pembuatan edukasi sains untuk anak.

Kerja sama ini terjalin berawal dari kegiatan Science Fair, yang dilaksanakan SoU, berisikan pameran karya sains dari siswa–siswinya. UI mena­­warkan sebuah kerja sama dalam sebuah kegiatan sosial yang disebut ”Science Education for Kids”.

Dikatakan Fasilitator SM 3, Aghry Wiranata, SoU melatih para siswa untuk dapat ’membaca’ semesta dengan cara pandang yang utuh atau menyeluruh. Diharapkan siswa-siswa tersebut kelak akan menjadi agen-agen perubahan di dalam masyarakat untuk tiga hal kunci yaitu energi terbarukan, nanoteknologi sebagai salah satu peningkat daya saing bangsa serta kemampuan mandiri berbasis kebijaksanaan lokal (indigi­neous). Sebelumnya, pen­dekat­an konsep dasar nanoteknologi yang menarik bagi siswa-siswa didik, melalui Nano Education For Kids.

”Tahapan dalam kegiatan Nano Education For Kids diawali pembuatan modul-modul pelatihan, merupakan workshop bersama antara tim pengusul UI dan para guru di sekolah alam SoU agar dihasilkan modul-modul yang mudah dipahami para siswa dengan tetap memiliki bobot saintifik terkait konsep nanoteknologi di dalam aplikasi sel surya,” paparnya.

Aghry melanjutkan, setelah modul tersebut tersedia, maka akan dilakukan sosialisasi kesadaran energi terbarukan bagi siswa dan guru, yaitu presentasi tim pengusul UI di depan para siswa dan guru sebagai suatu brainstorming agar diperoleh pemahaman yang seragam mengenai energi terbarukan, potensi sel surya di Indonesia sebagai negara tropis, berlimpah­­nya pewarna alami di lingkungan sekeliling sebagai zat penangkap energi foton cahaya matahari, serta potensi material nano dari mineral alami Indonesia.

Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah ter­laksa­nanya kegiatan implementasi peningkatan kesadaran akan pentingnya energi terbarukan bagi para siswa di lingkungan sekolah alam SoU.(wil/c)

sumber : Radar bogor http://www.radarbogor.id/2018/10/29/edukasi-anak-energi-terbarukan/

Page 1 of 3