All for Joomla All for Webmasters
admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Kunjungan Sekolah Menengah Usahawan Al-Amin Malaysia

Hari ini School of Universe kedatangan tamu dari negeri seberang Malaysia. Siswa-siswi dari Sekolah Menengah Usahawan Al-Amin, Ulu Klang bertandang dalam rangka kunjungan studi banding, khususnya kegiatan bisnis di level Sekolah Menengah. Sebagai sekolah yang sama-sama mengedepankan pendidikan bisnis untuk kemandirian siswanya, tentunya ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi School of Universe untuk juga mengetahui bagaimana pendidikan bisnis diterapkan di Malaysia.

Di Malaysia, belum ada sekolah yang mengadopsi model wirausaha sebagai nama, kecuali hanya ada sekolah yang menawarkan silabus wirausaha dari level  empat. Dan berbeda dengan SMA Pengusaha Al-Amin, Ulu Klang ini, dimulai dari tingkatan satu. Maka sekolah ini adalah perintis karena dimulai di tingkatan satu.

Sekolah yang didirikan pada tahun 2016 ini menginduk pada Pusat Pendidikan Al Amin Berhad yang sudah berjalan lebih dari  30 tahun. Sekolah rintisan ini dimulai dari tingkatan 1 dengan harapan mempercepat pembentukan wirausaha di kalangan mahasiswa. Sekolah yang berlokasi di Gedung Pusat Kota Melawati ini sangat menitikberatkan program tarbiah dan akhlak di samping memberi ruang dan kesempatan kepada siswa menyoroti serta mencurahkan kreativitas dan juga ide mereka ditempat yang seharusnya. Nah, hampir cocok kan dengan School of Universe yang menitik beratkan pada akhlak, logika, kepemimpinan dan bisnis.

Kunjungan hampir satu hari ini di awali dengan first impression welcome performance, permainan musik perkusi barang bekas The Rombenkz. Guru-guru dan siswa Al-Amin juga secara interaktif ikut mencoba dan bermain karena rasa penasaran mereka.

Kegiatan dilanjutkan penyampaian konsep Sekolah Alam oleh bang Lendo dan dengan presentasi School of Universe, khususnya Level Sekolah Menengah (SM) dengan kurikulum bisnisnya, Presentasi bisnis alumni School of Universe kak Afrizal Firdaus, berkeliling dan mengamati proses Kegiatan Belajar Mengajar siswa SM. Siswa-siswi Al-Amin diajak untuk mengikuti aktivitas yang menyenangkan seperti berkebun, mencoba instalasi high impact outbound serta memanah. 

Kunjungan ditutup dengan shalat zuhur berjamaah di Masjid Rahmatan Lil Alamin School of Universe dan menyantap makan siang bersama-sama. Semoga silaturahim ini dapat terjalin baik dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Fasilitator dan siswa-siswi SM School of Universe juga dapat berkunjung ke Sekolah Menengah Usahawan Al-Amin di Malaysia dalam kegiatan Transcountry. Transcountry sendiri merupakan bagian dari program Leadership/kepemimpinan di Level SM dengan tujuan kemandirian, manajemen perjalanan dan bisnis serta menjadi bagian dari warga dunia.

   

   

 

berita terkait : http://www.school-of-universe.com/blogs/69-sm3-4-trans-country

http://www.school-of-universe.com/blogs/6-sm-backpacker-singapore-malaysia

sumber : http://www.al-amin.edu.my

http://www.ikram.org.my/berita/item/3107-sekolah-menengah-usahawan-pertama-di-malaysia.html

 

Tema Occupation SD 4

'Pekerjaan/occupation' menjadi salah satu tema pembelajaran khususnya di SD 4 School of Universe. Siswa-i diajak mengenal apa saja profesi pekerjaan yang digeluti orang-orang di sekitar mereka. Tentunya dimulai dari yang terdekat yakni lingkungan keluarga. Bagaimana Ayah atau bunda mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka melalui bekerja, apa saja pekerjaan ayah dan bunda, apa saja aktifitas yang dilakukan dipekerjaan ayah dan bunda? 

Setelah memastikan anak kenal pekerjaan ayah bundanya, saatnya berkeliling mencari tau berbagai pekerjaan yang ada di sekolahnya, Schoolofuniverse. Yang terlibat dalam suksesnya sebuah pendidikan, insyaAllah. Apa saja? Ada yang wawancara dengan Security, GA, HRD, RnD (ah yg ini fotonya belum ketemu, nanti deh dibongkar2 dulu filenya). Ada juga yang wawancara ke bagian TU, kantin, EM, fasilitator dan Guru pendamping. Bahkan ada yang menambahkan daftar pekerjaan yang mereka temui di lapangan ke dalam worksheet. Gak pa-pa, jadi makin variatif dan anak sudah mampu melihat dg jeli siapa saja yang berhubungan dengan sekolah. Semoga menginspirasi dan kelak bisa jadi referensi pekerjaan.

Untuk lebih memahami jenis-jenis pekerjaan, SD 4 mengundang Om Putut Purhandono, beliau adalah seorang pelaut yang setiap saat siap mengarungi luasnya lautan. Siswa pun seru mendengar suka dukanya menjadi seorang pelaut. Hikmah yang dapat diambil dari tema ini adalah selain mengenal jenis-jenis pekerjaan, mereka juga diharapkan tumbuh empatinya terhadap kesukaran orang lain yang kehidupannya belum tercukupi, menghargai jerih payah ayah bundanya, dan yang paling penting mereka sudah memiliki cita-cita sendiri untuk masa depan mereka. 

    

   

Tapi apakah, jalan hidup selalu demikian? sekolah, lulus, lalu mencari pekerjaan? tentunya ada hal lain yang harus ditanamkan kepada siswa-i bahwa mencari nafkah bukan selalu harus bekerja untuk orang lain. Tetapi kita justru bisa membuat pekerjaan untuk orang lain. Selain membantu orang lain, dan kalau diniatkan untuk ibadah kita akan mendapatkan pahala dari Allah, kita juga mendapatkan penghasilan yang bisa jadi lebih besar lho dari pada bekerja untuk orang lain. Untuk itulah pentingnya mengenalkan bisnis sedini mungkin kepada siswa-i School of Universe, agar kelak mereka bisa membantu dan menebar manfaat bagi orang lain. Mulai dari hal yang sederhana seperti teman-teman di SD 4 ini, mereka membantu proses produksi bisnisnya bersama bundanya masing-masing, alhamdulillah terlaksana. Tak terasa sudah 6 bulan ya. Sebenernya setiap kali membantu, setiap itu pula anak sengaja "dicemplungkan" untuk menggali ide, mengenal berbagai alat dan bahan, mengetahui urutan pembuatannya, bagaimana mengemas dan berjuang menjualnya sampai habis.

disadur dari fb fasilitator SD 4 bu Kristiana Ningsih :

https://www.facebook.com/kristiana.sampang/posts/10205701807499746

https://www.facebook.com/kristiana.sampang/posts/10205701786379218

https://www.facebook.com/kristiana.sampang/posts/10205701630495321

 

Kerjasama Universitas Indonesia dan SOU dalam Edukasi Energi Terbarukan

Universitas Indonesia dan Sekolah Alam School of Universe-Parung Bogor bekerjasama dalam edukasi peran nanosain dan teknologi untuk energi terbarukan bagi siswa-siswi sekolah

 

Sebuah kegiatan yang unik di dalam konteks pendidikan/edukasi anak-anak bangsa telah dilakukan bersama antara Universitas Indonesia (UI) dan Sekolah Alam School of Universe (SoU). Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM-FTUI) di bawah sub-organisasi Nano Research Society FTUI yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil. Eng. dan Dr. Nofrijon Sofyan, sementara dari pihak SoU dikomandani oleh Bapak Slamet Firmansyah dan Bapak Aghry Wiranata dengan Science Club-nya. 

Sebenarnya kegiatan ini telah dilakukan secara rutin antara kedua intitusi sejak tahun 2015 di dalam program tahunan ”SoU Science Fair” dalam bentuk demo sain oleh para mahasiswa UI, namun pada tahun 2018 kerjasama ini menjadi lebih terstruktur lagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat UI Perduli Aksi ”Go Green” di bawah sub-program: Kepedulian UI pada lingkungan melalui pengelolaan Energi Alternatif yang Efisien dan Inovatif. Secara spesifik kegiatan ini difokuskan pada upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan energi terbarukan yang harus dibina sejak usia dini, yaitu di tingkatan sekolah dasar, melalui serangkaian program  “Nano-Education For Kids” yang diselenggarakan di lokasi SoU di daerah Parung-Bogor. 

Implementasi inovasi energi alternatif yang ramah lingkungan dalam kegiatan bersama ini dilakukan dengan memberikan  pelatihan pembuatan divais sel surya tersensitasi zat pewarna (dye sensitized solar cell) kepada siswa-siswa sekolah alam tersebut dengan memanfaatkan zat pewarna alami (natural dye) yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitarnya, seperti kunyit, kulit buah manggis, kulit buah apel, bahkan tanaman yang termasuk dalam kategori gulma seperti senduduk. Sel surya, atau sering disebut dalam bahasa Inggris dengan photovoltaic/solar cell adalah suatu divais yang mampu mengkonversi langsung energi foton dari cahaya matahari menjadi energi listrik berdasarkan eksitasi elektron di dalam material semikonduktor. Lebih menarik lagi, prinsip kerja sel surya tersensitasi zat pewarna dalam meghasilkan listrik meniru proses fotosintesis pada daun hijau. 

Dalam pelatihan tersebut diperkenalkan pula prinsip-prinsip dasar sederhana nano sain dan teknologi (NST) sebagai suatu upaya memasyarakatkan konsep teknologi yang diharapkan mampu memberikan terobosan bagi bangsa Indonesia dengan berbasis kepada pengetahuan dan kebijaksanaan lokal (indigineous knowledge-wisdom). Siswa-siswi sekolah alam diperkenalkan bagaimana efek partikel yang sangat kecil, yaitu dalam skala nanometer yang setara dengan 10-9 meter mampu memberikan hasil yang lebih baik daripada bahan dengan ukuran mikro. Secara langsung, siswa-siswi melakukan demonstrasi konsep ini dengan pelarutan gula batu dan gula pasir menggunakan alat magnetic stirrer  serta memperhatikan bahwa gula pasir mampu larut lebih cepat dibandingkan gula batu. Dalam dunia nano, itulah yang dikenal dengan surface-to-volume ratio !!.  

Tujuan dari program ini adalah diperolehnya kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan energi fosil yang dipakai sehari-hari, serta tertransformasinya kemampuan mengupayakan energi alternatif terbarukan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal alami yang dapat diperoleh dari lingkungan sekeliling masyarakat. Pemberian materi nano sain dan teknologi dalam ”Nano-Education for Kids” dalam program ini secara spesifik ditujukan agar siswa-siswa sekolah sebagai generasi muda penerus perjuangan Indonesia akan lebih kreatif dan inovatif untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia ini di masa depan. Program ini juga memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan pendidikan di level pendidikan tinggi seperti di Universitas Indonesia dapat disinergikan dengan konsep pendidikan dasar di tingkat sekolah seperti halnya SoU. Secara khusus berbasis pada konsep ”learning from nature”, SoU melatih para siswa untuk dapat 'membaca' semesta dengan cara pandang yang utuh atau menyeluruh. Diharapkan siswa-siswa tersebut kelak akan menjadi agen-agen perubahan di dalam masyarakat untuk tiga hal kunci: energi terbarukan, nano sain dan teknologi sebagai salah satu peningkat daya saing bangsa serta kemampuan mandiri berbasis kebijaksanaan lokal sebagai suatu strategi jitu menghadapi persaingan global. Prof. Akhmad Herman Yuwono dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa: ”Indonesia harus mampu mengikuti jejak langkah yang telah dilakukan negara Iran dalam konteks kemandirian dimana mereka berhasil membumikan nanoteknologi di dalam masyarakatnya bahkan di saat-saat sulit embargo ekonomi oleh dunia luar berlangsung. Dalam konteks keberagaman hayati dan sumber daya mineral penunjang nanoteknologi, Indonesia jauh lebih berlimpah dibandingkan Iran, maka sudah selayaknya bangsa Indonesia mampu berdiri tegak di antara bangsa-bangsa lainnya dengan berbasis ’indigineous nanotechnology’.

   

 liputan : Aghry Wiranata (Fasilitator SM3)

Literacy Fair 2018

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al'Alaq:1-5)

Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah SWT telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hamba Nya. Karena dengan membaca setiap manusia dapat memahami dan mempelajari sesuatu yang tidak diketahuinya. Dan dengan membaca seseorang dapat memperoleh informasi dari orang lain.

Maka sejalan dengan penjelasan ayat di atas dan berdasarkan Visi School of Universe, yaitu menjadikan SOU sebagai Sekolah yang mampu menumbuhkan generasi yang cinta belajar, kritis dan berani berinovasi, maka SOU mencoba merancang sebuah program Iqro' : Membangun generasi cinta Al Quran dan Ilmu pengetahuan dalam aktivitas proses pembelajarannya.

Membaca dalam arti luas menjadi dasar proses pembelajaran di SOU dimana setiap siswa selalu diarahkan untuk tidak hanya bisa membaca buku tetapi juga bisa membaca setiap peristiwa atau fenomena yang terjadi disekitarnya baik peristiwa atau fenomena alam maupun peristiwa interaksi manusia dengan alam dan interaksi manusia dengan manusia. Hasil membaca peristiwa atau fenomena sekitarnya kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan atas dasar pengalaman membaca peristiwa yang direkam dalam aktivitas LITERACY FAIR di sekolah.

Sebagai upaya untuk melestarikan dan mengkampanyekan LITERACY FAIR, maka kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk siswa-siswi SOU tetapi juga untuk siswa sekolah lain dalam bentuk perlombaan LITERACY. Besar harapan dengan adanya kegiatan ini semangat anak-anak kita dalam membaca dan menulis dapat meningkatkan ilmu pengetahuannya dan bersemangat untuk bisa memperhatikan setiap ciptaan Allah SWT dan mempelajarinya hingga bermanfaat bagi kehidupannya di dunia.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 November 2018 ini mengangkat tema "Menjelajah Dunia dengan Literasi". Seluruh siswa dan juga guru akan memamerkan berbagai karya tulisannya. Dalam kegiatan ini juga diadakan seminar dan workshop, performance oleh siswa-siswi SOU, dongeng, bazar buku dan donasi buku.

Diharapkan dengan adanya program literasi yang diadakan rutin setiap tahun ini akan meningkatkan rasa suka membaca siswa, meningkatkan kemampuan membaca siswa secara efektif, meningkatkan rasa suka menulis dan kemampuan menulis siswa, menumbuhkan rasa cinta belajar, kritis dan berani berinovasi dan yang tidak kalah pentingnya keberanian dan kepercayaan diri menuangkan pendapat dan ide dalam bentuk lisan atau tulisan.

 

Berita terkait

http://school-of-universe.com/blogs/55-pelatihan-menulis-di-school-of-universe

http://school-of-universe.com/component/k2/item/27-literacy-fair-2017

https://www.youtube.com/watch?v=gKKUsAgKzv0

 

 

SD5 : Ekspedisi Taman Nasional Ujung Kulon

Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat beragam, mulai dari flora, fauna dan juga ekosistem yang bervariasi. Selain kekayaan alam, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman budaya dengan suku yang berbeda di masing-masing daerah. Salah satu ekosistem yang menjadi salah satu tempat konservasi hewan langka adalah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). TNUK merupakan tempat konservasi badak bercula yang sangat langka, selain itu budaya-budaya yang ada di sekitar TNUK sangat beragam.

Untuk menambah wawasan dan pengalaman dari siswa SD kelas 5, School of Universe akan mengadakan Ekspedisi Taman Nasional Ujung Kulon. Harapan dari ekspedisi ini adalah tumbuhnya sikap peduli terhadap alam dan masyarakat di sekitar TNUK dan juga dapat mengobservasi keanekaragaman hayati dan hewani. 

Rutin dilakukan setiap tahun, Kegiatan Ekspedisi kali ini diberi nama Ekspedisi 2019 Taman Nasional Ujung Kulon. Dengan mengangkat tema yang berbeda setiap tahunnya, kali ini mengambil tema "The World is Your's to Explore". dari tanggal 24 hingga 28 Februari 2019, seluruh siswa SD kelas 5 akan mengeksplorasi Taman Nasional Ujung Kulon dan sekitarnya. Kegiatan ini juga biasanya secara serentak dilaksanakan semua sekolah alam yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Alam Nusantara, dan tidak tertutup kemungkinan kepanitian bersama juga akan dibentuk.

Beberapa hal yang akan dieksplorasi diantaranya keanekaragaman hayati dan hewani yang ada, mengamati kejadian alam yang pernah terjadi beberapa abad lalu, mengamati kondisi hewan yang hampir punah, mengenal adat budaya dan kondisi masyarakat sekitar serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat dan kondisi lingkungan yang asri, melakukan kegiatan bakti sosial. 

Tempat-tempat yang akan dilalui adalah hutan mangrove, hutan rawa dan hutan hujan tropis, padang gembalaan, terumbu karang di pulai Peucang, dan lingkungan lokal setempat.

 

Berita terkait :

http://school-of-universe.com/blogs/96-video-liputan-kegiatan-ekspedisi-tnuk-2018

http://school-of-universe.com/blogs/90-sou-tnuk-2018

http://school-of-universe.com/component/k2/item/45-ekspedisi-taman-nasional-ujung-kulon-sd5-6