admin@school-of-universe.com
0251 860 3233    
0856 8080 868
slide01
slide02
slide03
slide04
slide05
slide06

Echa Essenza "Mendedikasikan Diri untuk Literasi dan Dunia Dongeng Anak"

Echa Essenza "Mendedikasikan Diri untuk Literasi dan Dunia Dongeng Anak"

Essenza Quranique Bachreisy, atau yang lebih dikenal dengan nama Echa Essenza, adalah salah satu alumni School of Universe yang meniti karier di dunia literasi dan pendidikan anak. Ia dikenal sebagai pendongeng, penulis cerita, penulis buku anak, sekaligus pencipta lagu-lagu edukatif untuk anak-anak. Kecintaannya pada dunia literasi mendorongnya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempromosikan budaya membaca dan imajinasi sejak usia dini.

Sosok di Balik Sarang Cerita

Sebagai perwakilan dari Sarang Cerita, Echa berperan besar dalam mengembangkan kegiatan literasi, terutama melalui metode membaca nyaring (read aloud) dan mendongeng. Sarang Cerita merupakan wadah yang bergerak dalam menghidupkan semangat literasi pada anak-anak dengan pendekatan edukatif yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan dunia mereka.

Melalui kegiatan yang ia jalankan, Echa berharap anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga terinspirasi untuk mengekspresikan imajinasi, empati, dan kemampuan berbahasa mereka.

Kegiatan Literasi dan Edukasi Anak

Echa kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai lokakarya literasi di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Dalam kegiatan tersebut, ia berbagi pengalaman, keterampilan, dan teknik mendongeng serta menulis cerita untuk anak-anak, sekaligus mengajak para pendidik dan orang tua untuk memahami pentingnya interaksi baca yang hangat dan menyenangkan.

Melalui pendekatan read aloud, ia menekankan bahwa kegiatan membaca bukan hanya menyampaikan kalimat dari buku, tetapi juga menciptakan pengalaman penuh dialog, kedekatan emosional, dan stimulasi bahasa yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Mengampanyekan Semangat Literasi Sejak Dini

Sebagai aktivis literasi, Echa terus mengampanyekan pentingnya membangun budaya membaca sejak usia dini. Ia percaya bahwa buku dan cerita adalah jendela untuk membentuk karakter, wawasan, dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan. Dengan membawa dongeng mendekati kehidupan anak, Echa berupaya menumbuhkan apresiasi terhadap literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Jejak Perjalanan Karier yang Selaras Dengan Pendidikan di School of Universe

Semangat kemandirian, keberanian berkarya, serta ketekunan dalam menekuni minat yang ia jalani menjadi cerminan nilai-nilai pendidikan yang ditekankan di School of Universe. Pendidikan berbasis minat, proyek, dan kemampuan eksplorasi menjadi bekal nyata bagi Echa untuk tumbuh menjadi pembelajar seumur hidup, sekaligus pribadi yang mampu memberikan dampak positif dalam masyarakat.

Berawal dari ruang kelas dan kegiatan belajar yang memfasilitasi kreativitas, kini Echa memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan anak.

Aktif di Media Sosial

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti karya dan kisah dongengnya, aktivitas Echa dapat ditemui melalui kanal media sosial Sarang Cerita, baik di YouTube maupun TikTok. Melalui platform tersebut, ia rutin berbagi cerita, lagu, dan kiat-kiat literasi yang dapat diakses oleh guru, orang tua, serta anak-anak di mana saja.

Dengan komitmen dan kontribusinya dalam dunia literasi, Echa Essenza menjadi salah satu contoh alumni School of Universe yang berhasil menyalurkan minat dan bakatnya menjadi karya yang bermanfaat bagi pendidikan anak Indonesia.

Aldio "MudaCumaSekali"

 

Bagi pembaca yang kerap menonton YouTube atau aktif menggunakan Instagram, nama Mudacumasekali tentu sudah tidak asing lagi. Di balik nama tersebut terdapat sosok Aldio Pramudya Gunadi, atau yang lebih dikenal dengan Ogut Mudacumasekali, seorang kreator konten yang berfokus pada edukasi pengembangan diri bagi generasi muda.

Ogut merupakan salah satu alumni School of Universe. Sejak bersekolah di sana, jiwa kewirausahaannya telah tumbuh kuat. Ia sudah mulai berbisnis sejak duduk di bangku sekolah, antara lain dengan menjual cokelat, membuka jasa pencucian sepatu, dan berbagai usaha kecil lainnya. Meskipun sering membuat guru kewalahan dengan berbagai “ulah kreatif”-nya, Ogut menilai bahwa pendidikan di School of Universe sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikir dan kesiapan dirinya menghadapi dunia kerja dan kehidupan nyata.

Ia menekankan kepada para adik kelasnya bahwa apa yang dipelajari di School of Universe sangat relevan dengan tuntutan zaman. Setiap anak dibimbing untuk mengenali, mengasah, dan menekuni minat dan bakat masing-masing sehingga dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan siap bersaing di masa depan.

Sebelum dikenal luas sebagai figur publik, Ogut memulai karier profesional sebagai pegawai kantoran di salah satu perusahaan konsultan terbesar di dunia yang berpusat di Inggris. Setelah menyelesaikan pendidikan Magister di Institut Teknologi Bandung (ITB), ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan menempuh jalur wirausaha. Usaha pertamanya adalah bisnis ayam bakar, namun hanya bertahan sekitar satu setengah tahun karena rendahnya penjualan hingga akhirnya harus ditutup.

Kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti melangkah. Ogut memperhatikan bahwa banyak influencer dan kreator konten mampu membangun bisnis dan mendapatkan penghasilan melalui popularitas di media sosial. Dari situ ia menyimpulkan bahwa membangun personal branding merupakan strategi yang sangat penting agar usaha yang dirintis dapat berkembang lebih cepat dan mudah dikenal.

“Pada waktu bersamaan saya melihat selebgram, influencer, dan pembuat konten bisa membuka usaha dengan mudah, meski usahanya belum matang. Dari sana saya memutuskan bahwa saya harus dikenal terlebih dahulu agar bisnis saya bisa berjalan lebih baik,” ungkap Ogut kepada kumparan.

Filosofi Nama “Mudacumasekali”

Saat diwawancarai mengenai pemilihan nama tersebut, Ogut menjelaskan bahwa Mudacumasekali merupakan antitesis dari istilah YOLO (you only live once). Jika YOLO identik dengan kebebasan menghabiskan masa muda tanpa arah jelas, maka Mudacumasekali mengajak generasi muda untuk justru memanfaatkan masa mudanya dengan meningkatkan kualitas diri, agar kelak dapat menjalani kehidupan sesuai minat dan cita-cita.

Keinginan untuk memiliki fleksibilitas bekerja di mana saja dan kapan saja, serta memperoleh pendapatan tanpa bergantung pada gaji bulanan seperti pekerja kantoran, turut menjadi alasan kuat di balik keputusan Ogut meninggalkan dunia korporasi.

Upaya yang dirintis sejak tiga tahun lalu kini menunjukkan hasil yang signifikan. Akun Mudacumasekali telah diikuti lebih dari 256.000 pengguna di Instagram dan memiliki sekitar 234.000 pelanggan di YouTube—sebuah pencapaian yang mencerminkan konsistensi dan dedikasi dalam memproduksi konten edukatif.

Dari Self-Development hingga Optimasi Media Sosial

Pada awalnya, konten yang dibagikan Ogut berfokus pada pengembangan diri. Namun seiring bertambahnya audiens, muncul banyak permintaan agar ia membahas pula bagaimana cara menjadi influencer dan membangun reputasi di media sosial. Menanggapi kebutuhan ini, cakupan materinya pun diperluas.

Ogut ingin menumbuhkan semangat kemandirian di kalangan anak muda Indonesia agar mampu memperoleh penghasilan melalui media sosial. Untuk itu, ia menciptakan IG Hack, sebuah program pembelajaran bagi mereka yang ingin memulai bisnis namun belum mengetahui langkah awal yang tepat.

Melalui IG Hack, peserta mempelajari cara membuat konten, membangun pengikut dari nol, serta menumbuhkan personal branding yang kuat. Hingga saat ini, sekitar 7.000 orang telah mengikuti dan merasakan manfaat program tersebut.

“Inti dari IG Hack adalah belajar membuat konten, membangun pengikut, dikenal luas, kemudian membuka usaha. Meskipun masih belum punya ide, tidak bisa desain, atau belum mahir membuat video, setelah memiliki banyak pengikut peluang membangun bisnis akan jauh lebih mudah,” jelas Ogut.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut, dapat mengunjungi situs ighack.id serta mengikuti akun media sosial Ogut Mudacumasekali melalui:

  • Instagram: @mudacumasekali

  • YouTube: Mudacumasekali

  • TikTok: mudacumasekali

 


Khalid

ALUMNI SCHOOL OF UNIVERSE MENDAPATKAN PENGHARGAAN AMI AWARDS 2016 

 

Muhammad Khalid, mahasiswa Maestro School of Technopreneur semester V dan alumni School of Universe berkontribusi dalam mendapatkan penghargaan AMI Awards 2016. Anugrah Musik Indonesia (AMI) merupakan ajang paling bergengsi untuk para insan musik di seluruh Indonesia, di mana pada acara ini berbagai penghargaan dari Yayasan Anugrah Musik Indonesia akan diberikan kepada orang-orang terbaik yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan musik di Indonesia. Tahun ini adalah tahun ke-19 AMI diselenggarakan. Malam puncak dilangsungkan di Ecopark Ancol, Jakarta pada hari Rabu (28/9). Ada 73 piala yang diberikan dalam 47 kategori umum dan tiga kategori best of the best serta dua penghargaan khusus. Salah satu kategori yang masuk dalam penilaian adalah Kategori Karya Poduksi Dance/Elektronic Dance Music Terbaik . Adapun nominator untuk kategori tersebut antara lain: Dipha Barus ft. Kalula dengan lagu No One Can’t Stop Us, Cindy Bernadette dengan lagu Fallin, Rizuka dengan lagu Nobody Else, Soundwave dengan lagu Salah dan Syahrini ft. Kevin Bun dengan lagu Dream Big. Dari kelima nominator tersebut, terpilihlah Dipha Barus ft. Kalula dengan lagu No One Can’t Stop Us.

Kiprah Dhipa Barus sebagai DJ di Indonesia, tentunya tidak dapat dilepaskan dari kerja keras co-producer, yaitu Muhammad Khalid (20), salah satu alumni School of Universe yang kini berstatus mahasiswa Maestro School of Technopreneur. Khalid sudah mendampingi Dhipa Barus selama dua tahun sejak 2014. Lagu No One Can’t Stop Us sendiri mulai digarap oleh Khalid tahun 2014. Penghargaan ini menunjukkan bahwa Khalid sebagai alumni School of Universe telah membuktikan bahwa passion-nya di bidang musik bukan hanya membuat Khalid senang menekuni musik, namun juga dapat menghasilkan penghargaan, selain hasil karyanya yang bagus.

Hingga kini Khalid terus menekuni bidang Sound Enginer yang menjadi passionnya ini dan telah menghasilkan banyak karya dan pengalaman seperti Mixing dan mastering lagu Anji (ternyata Cinta), LockerMedia Management Band, Live Sound Enginer (Soundman) Reuni Sabtu Sore, Speakeasy, Abdul and The Coffe Theory, Composer lagu Aku Pilih Kamu (2012) dan Rise Above the SkyLine.

 

Sri Jaya Salim

ALUMNI SOU SUKSES BERBISNIS DI BIDANG PROPERTY

 

Sri Jaya Salim yang biasa dipanggil Jaya, sejak di level SM School of Universe adalah salah satu siswa yang sudah memperlihatkan kemauan berbisnis yang kuat, didukung oleh karakter yang sangat dominan dan selalu tertantang dengan tugas-tugas yang di berikan. Berbekal pengalaman magang selama di Sekolah Menengah (SM) SOU, di perusahaan-perusahaan bisnis dalam bidang ICT, Bioteknologi dan Retail serta mendalami manajemen dan bisnis menjadi modal Jaya dalam menjalankan bisnis yang Ia tekuni hingga saat ini.

Tumbuh dalam keluarga yang berbisnis, putra salah satu arsitek ternama di Indonesia ini turut mengikuti jejak Ayahnya dengan menjalankan bisnis di Bidang Properti. Sukses mendirikan sebuah perusahaan dengan nama PT. Srijaya Ciptagraha (Developer Property), kini Jaya disibukkan dengan proyek-proyek perumahan yang tentunya dengan konsep modern dan ideal namun ramah lingkungan.

Modern merepresentasikan tujuan desain fungsi dari konsep perumahan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang selaras dengan gaya hidup masyarakat modern. Ramah Lingkungan mencerminkan konsep perancangan lingkungan perumahan yang mengutamakan konsep keharmonisan dengan alam. Juga proses pembangunan perumahan yang selalu mengedepankan penggunaan energi yang efisien, dan penggunaan bahan material yang ramah lingkungan. Ideal mewakilkan keunggulan yang diantaranya selalu merancang rumah dengan luas bangunan yang sesuai dengan kebutuhan. Dan tentunya, dijual dengan harga yang ideal. Beberapa Proyek yang digarap diantaranya Perumahan Asri Citra di Cikupa, Tangerang dan Tropicana Residense.

 

Putri

ALUMNI SOU SUKSES MENGHASILKAN KARYA TULIS

Putri Nur’aini Surachman, seorang penulis yang juga bercita-cita ingin menjadi guru dan mendirikan sekolah. Buku Putri yang berjudul Catatan Sang Baby Girl diluncurkan di Islamic Book Fair, Jakarta. Putri melanjutkan pendidikan di PLB Universitas Negeri Jakarta. Putri adalah alumni School of Universe yang tekun mengejar cita-citanya walaupun dengan keterbatasan yang dimiliki. Melalui pendidikan inklusi di School of Universe, terbukti kini ia bisa melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi.