- Written by WinkaZ
- Category: Alumni
Echa Essenza "Mendedikasikan Diri untuk Literasi dan Dunia Dongeng Anak"

Echa Essenza "Mendedikasikan Diri untuk Literasi dan Dunia Dongeng Anak"
Essenza Quranique Bachreisy, atau yang lebih dikenal dengan nama Echa Essenza, adalah salah satu alumni School of Universe yang meniti karier di dunia literasi dan pendidikan anak. Ia dikenal sebagai pendongeng, penulis cerita, penulis buku anak, sekaligus pencipta lagu-lagu edukatif untuk anak-anak. Kecintaannya pada dunia literasi mendorongnya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempromosikan budaya membaca dan imajinasi sejak usia dini.
Sosok di Balik Sarang Cerita
Sebagai perwakilan dari Sarang Cerita, Echa berperan besar dalam mengembangkan kegiatan literasi, terutama melalui metode membaca nyaring (read aloud) dan mendongeng. Sarang Cerita merupakan wadah yang bergerak dalam menghidupkan semangat literasi pada anak-anak dengan pendekatan edukatif yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan dunia mereka.
Melalui kegiatan yang ia jalankan, Echa berharap anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga terinspirasi untuk mengekspresikan imajinasi, empati, dan kemampuan berbahasa mereka.
Kegiatan Literasi dan Edukasi Anak
Echa kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai lokakarya literasi di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Dalam kegiatan tersebut, ia berbagi pengalaman, keterampilan, dan teknik mendongeng serta menulis cerita untuk anak-anak, sekaligus mengajak para pendidik dan orang tua untuk memahami pentingnya interaksi baca yang hangat dan menyenangkan.
Melalui pendekatan read aloud, ia menekankan bahwa kegiatan membaca bukan hanya menyampaikan kalimat dari buku, tetapi juga menciptakan pengalaman penuh dialog, kedekatan emosional, dan stimulasi bahasa yang baik bagi tumbuh kembang anak.
Mengampanyekan Semangat Literasi Sejak Dini
Sebagai aktivis literasi, Echa terus mengampanyekan pentingnya membangun budaya membaca sejak usia dini. Ia percaya bahwa buku dan cerita adalah jendela untuk membentuk karakter, wawasan, dan kecintaan anak terhadap ilmu pengetahuan. Dengan membawa dongeng mendekati kehidupan anak, Echa berupaya menumbuhkan apresiasi terhadap literasi sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Jejak Perjalanan Karier yang Selaras Dengan Pendidikan di School of Universe
Semangat kemandirian, keberanian berkarya, serta ketekunan dalam menekuni minat yang ia jalani menjadi cerminan nilai-nilai pendidikan yang ditekankan di School of Universe. Pendidikan berbasis minat, proyek, dan kemampuan eksplorasi menjadi bekal nyata bagi Echa untuk tumbuh menjadi pembelajar seumur hidup, sekaligus pribadi yang mampu memberikan dampak positif dalam masyarakat.
Berawal dari ruang kelas dan kegiatan belajar yang memfasilitasi kreativitas, kini Echa memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan anak.
Aktif di Media Sosial
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti karya dan kisah dongengnya, aktivitas Echa dapat ditemui melalui kanal media sosial Sarang Cerita, baik di YouTube maupun TikTok. Melalui platform tersebut, ia rutin berbagi cerita, lagu, dan kiat-kiat literasi yang dapat diakses oleh guru, orang tua, serta anak-anak di mana saja.
Dengan komitmen dan kontribusinya dalam dunia literasi, Echa Essenza menjadi salah satu contoh alumni School of Universe yang berhasil menyalurkan minat dan bakatnya menjadi karya yang bermanfaat bagi pendidikan anak Indonesia.

Muhammad Khalid, mahasiswa Maestro School of Technopreneur semester V dan alumni School of Universe berkontribusi dalam mendapatkan penghargaan AMI Awards 2016. Anugrah Musik Indonesia (AMI) merupakan ajang paling bergengsi untuk para insan musik di seluruh Indonesia, di mana pada acara ini berbagai penghargaan dari Yayasan Anugrah Musik Indonesia akan diberikan kepada orang-orang terbaik yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan musik di Indonesia. Tahun ini adalah tahun ke-19 AMI diselenggarakan. Malam puncak dilangsungkan di Ecopark Ancol, Jakarta pada hari Rabu (28/9). Ada 73 piala yang diberikan dalam 47 kategori umum dan tiga kategori best of the best serta dua penghargaan khusus. Salah satu kategori yang masuk dalam penilaian adalah Kategori Karya Poduksi Dance/Elektronic Dance Music Terbaik . Adapun nominator untuk kategori tersebut antara lain: Dipha Barus ft. Kalula dengan lagu No One Can’t Stop Us, Cindy Bernadette dengan lagu Fallin, Rizuka dengan lagu Nobody Else, Soundwave dengan lagu Salah dan Syahrini ft. Kevin Bun dengan lagu Dream Big. Dari kelima nominator tersebut, terpilihlah Dipha Barus ft. Kalula dengan lagu No One Can’t Stop Us.
Sri Jaya Salim yang biasa dipanggil Jaya, sejak di level SM School of Universe adalah salah satu siswa yang sudah memperlihatkan kemauan berbisnis yang kuat, didukung oleh karakter yang sangat dominan dan selalu tertantang dengan tugas-tugas yang di berikan. Berbekal pengalaman magang selama di Sekolah Menengah (SM) SOU, di perusahaan-perusahaan bisnis dalam bidang ICT, Bioteknologi dan Retail serta mendalami manajemen dan bisnis menjadi modal Jaya dalam menjalankan bisnis yang Ia tekuni hingga saat ini.
